Cek Kategori Tekanan Darah (Tensi Normal atau Hipertensi?)
Masukkan hasil pengukuran tensi untuk melihat kategorinya, dari optimal hingga hipertensi derajat 3, berdasarkan klasifikasi yang dipakai Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia.
Membaca angka tekanan darah
Hasil tensi ditulis sebagai dua angka, misalnya 120/80 mmHg:
- Sistolik (angka atas): tekanan saat jantung memompa darah.
- Diastolik (angka bawah): tekanan saat jantung beristirahat di antara dua detak.
Klasifikasi tekanan darah dewasa
Konsensus Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) 2019 memakai klasifikasi yang sejalan dengan pedoman Eropa (ESC/ESH 2018):
| Kategori | Sistolik (mmHg) | Diastolik (mmHg) | |
|---|---|---|---|
| Optimal | < 120 | dan | < 80 |
| Normal | 120 – 129 | dan/atau | 80 – 84 |
| Normal tinggi | 130 – 139 | dan/atau | 85 – 89 |
| Hipertensi derajat 1 | 140 – 159 | dan/atau | 90 – 99 |
| Hipertensi derajat 2 | 160 – 179 | dan/atau | 100 – 109 |
| Hipertensi derajat 3 | ≥ 180 | dan/atau | ≥ 110 |
| Hipertensi sistolik terisolasi | ≥ 140 | dan | < 90 |
Jika angka sistolik dan diastolik jatuh pada kategori berbeda, yang dipakai adalah kategori yang lebih tinggi.
Satu kali pengukuran belum cukup
Tekanan darah naik turun sepanjang hari dan bisa meningkat karena cemas di tempat praktik dokter (white coat hypertension). Diagnosis hipertensi ditegakkan oleh dokter dari beberapa kali pengukuran pada waktu berbeda, atau dari pengukuran di rumah. Menurut konsensus, hasil pengukuran di rumah dianggap tinggi bila rata-ratanya ≥ 135/85 mmHg.
Cara mengukur tensi di rumah dengan benar
- Hindari kopi, rokok, dan olahraga 30 menit sebelum mengukur.
- Kosongkan kandung kemih, lalu duduk tenang selama 5 menit dengan punggung bersandar dan kaki menapak lantai.
- Letakkan lengan di meja, dengan manset sejajar jantung, dipasang di lengan atas yang tidak tertutup pakaian tebal.
- Jangan berbicara saat pengukuran. Ukur 2 kali dengan jeda 1 menit, lalu catat rata-ratanya.
- Lakukan pagi dan malam selama 7 hari sebelum kontrol ke dokter.
Segera ke IGD bila tensi ≥ 180/110 mmHg disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala hebat, pandangan kabur, kelemahan separuh badan, atau bicara pelo. Ini bisa menandakan krisis hipertensi atau stroke.
Pelajari lebih lanjut di artikel tekanan darah normal dan hipertensi.
Terakhir diperbarui: 23 September 2026