Kalkulator BMI (Indeks Massa Tubuh) Dewasa
Cek Indeks Massa Tubuh (BMI) Anda, lihat kategorinya menurut WHO dan Kemenkes RI, serta rentang berat badan normal untuk tinggi badan Anda.
Apa itu BMI?
BMI (Body Mass Index) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) membandingkan berat badan dengan tinggi badan. BMI dipakai sebagai skrining awal untuk melihat apakah berat badan seseorang tergolong kurang, normal, atau berlebih. Kalkulator ini untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.
Rumus BMI
BMI = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m)]²
Contoh: berat 65 kg dan tinggi 165 cm. BMI = 65 ÷ (1,65 × 1,65) = 65 ÷ 2,7225 = 23,9.
Kategori BMI
WHO membuat klasifikasi internasional. Kementerian Kesehatan RI memakai batas yang lebih rendah karena orang Asia cenderung memiliki risiko penyakit metabolik pada BMI yang lebih kecil.
| Kategori | WHO | Kemenkes RI |
|---|---|---|
| Kurus | < 18,5 | < 18,5 |
| Normal | 18,5 – 24,9 | 18,5 – 25,0 |
| Kelebihan berat badan | 25,0 – 29,9 | > 25,0 – 27,0 |
| Obesitas | ≥ 30,0 | > 27,0 |
Lingkar perut: pelengkap penting
BMI tidak menunjukkan di mana lemak tersimpan, padahal lemak di perut (lemak viseral) paling erat kaitannya dengan diabetes dan penyakit jantung. Kemenkes menetapkan batas lingkar perut 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan. Di atas angka ini disebut obesitas sentral, walaupun BMI-nya normal.
Keterbatasan BMI
- Orang berotot dan atlet bisa tergolong "kelebihan berat badan" walaupun kadar lemaknya rendah.
- Lansia yang kehilangan massa otot bisa terlihat "normal" walaupun lemak tubuhnya tinggi.
- Ibu hamil tidak dapat memakai BMI biasa.
- Anak dan remaja memakai grafik BMI menurut umur dan jenis kelamin.
Baca juga memahami BMI dan keterbatasannya, lalu hitung kebutuhan kalori harian Anda.
Hasil BMI bukan diagnosis. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi bila hasilnya di luar rentang normal.
Terakhir diperbarui: 23 September 2026