Tekanan Darah Normal Berapa? Kenali Hipertensi dan Cara Mengendalikannya

Hipertensi dijuluki the silent killer karena sering tidak bergejala sampai terjadi komplikasi seperti stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal. Riskesdas 2018 mencatat sekitar 34,1% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas memiliki tekanan darah tinggi, dan banyak di antaranya tidak menyadarinya.

Berapa tekanan darah normal?

Konsensus Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) 2019:

KategoriSistolikDiastolik
Optimal< 120< 80
Normal120 – 12980 – 84
Normal tinggi130 – 13985 – 89
Hipertensi derajat 1140 – 15990 – 99
Hipertensi derajat 2160 – 179100 – 109
Hipertensi derajat 3≥ 180≥ 110

Cek hasil pengukuran Anda dengan kalkulator kategori tekanan darah.

Faktor risiko

Tidak dapat diubah: usia yang bertambah, riwayat keluarga, dan jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko sebelum usia 55 tahun, perempuan setelah menopause).

Dapat diubah:

Gejala yang sering diabaikan

Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Keluhan seperti sakit kepala di tengkuk, pusing, atau mimisan tidak spesifik, dan tidak selalu muncul. Satu-satunya cara mengetahui adalah dengan mengukur tekanan darah secara rutin. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan minimal setahun sekali mulai usia 15 tahun, dan lebih sering bila memiliki faktor risiko.

Mengendalikan hipertensi tanpa obat

Perubahan gaya hidup bisa menurunkan tekanan darah secara bermakna:

PerubahanPerkiraan penurunan sistolik
Menurunkan berat badan (per 10 kg)5 – 20 mmHg
Pola makan DASH: banyak sayur, buah, dan susu rendah lemak8 – 14 mmHg
Membatasi garam hingga < 5 gram (1 sendok teh) per hari2 – 8 mmHg
Aktivitas aerobik 30 menit, 5–7 hari seminggu4 – 9 mmHg
Membatasi alkohol2 – 4 mmHg

Berhenti merokok tidak langsung menurunkan tensi, tetapi sangat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kapan perlu obat?

Dokter mempertimbangkan obat bila tekanan darah tetap tinggi setelah perubahan gaya hidup, atau langsung sejak awal pada hipertensi derajat 2 ke atas atau bila ada penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit ginjal, atau riwayat stroke. Hal-hal yang penting diingat:

Tanda bahaya krisis hipertensi

Segera ke IGD atau hubungi 119 bila tekanan darah ≥ 180/110 mmHg disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala hebat mendadak, pandangan kabur, kebingungan, kelemahan atau kesemutan separuh badan, atau bicara pelo.