Berapa Kebutuhan Kalori Harian Anda? Penjelasan BMR, TDEE, dan Defisit Kalori

"Makan berapa kalori supaya berat badan turun?" Jawabannya berbeda untuk setiap orang, karena kebutuhan energi bergantung pada ukuran tubuh, usia, jenis kelamin, dan aktivitas. Artikel ini menjelaskan cara menghitungnya.

Ke mana saja kalori dipakai?

Total ketiganya disebut TDEE (Total Daily Energy Expenditure).

Menghitung BMR dan TDEE

Rumus yang banyak dipakai ahli gizi adalah Mifflin-St Jeor:

Laki-laki: 10 × BB + 6,25 × TB − 5 × usia + 5
Perempuan: 10 × BB + 6,25 × TB − 5 × usia − 161

BB adalah berat badan (kg) dan TB adalah tinggi badan (cm). Hasilnya dikalikan faktor aktivitas, dari 1,2 (sangat ringan) hingga 1,9 (sangat berat).

Contoh: perempuan berusia 35 tahun dengan berat 70 kg, tinggi 158 cm, dan aktivitas ringan (1,375).

Hitung angka Anda sendiri dengan kalkulator kebutuhan kalori.

Defisit kalori untuk menurunkan berat badan

Satu kilogram lemak tubuh menyimpan sekitar 7.700 kkal. Dengan defisit 500 kkal per hari (3.500 kkal per minggu), berat badan dapat turun sekitar 0,5 kg per minggu. Pada contoh di atas, targetnya menjadi sekitar 1.350 kkal per hari.

Kecepatan 0,5–1 kg per minggu dianggap aman. Penurunan yang lebih cepat biasanya lebih banyak mengurangi air dan otot, lebih sulit dipertahankan, dan dapat meningkatkan risiko batu empedu.

Kesalahan umum saat diet

Panduan praktis: Isi Piringku

Kementerian Kesehatan menganjurkan pedoman Isi Piringku untuk setiap kali makan:

Batasi juga gula, garam, dan lemak sesuai anjuran Kemenkes: gula maksimal 50 gram (4 sendok makan), garam 5 gram (1 sendok teh), dan lemak 67 gram (5 sendok makan) per hari.

Kebutuhan kalori ibu hamil, ibu menyusui, anak, dan penderita penyakit tertentu (misalnya diabetes atau penyakit ginjal) berbeda. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.